masa remaja

Posted: January 26, 2011 in remaja

A. ARTI REMAJA

Remaja merupakan salah satu fase penyusun suatu kehidupan. Lebih tepaynya posisi ini terletak di antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Kata remaja sendiri diterjemahkandari bahasa Indonesia yaitu adolescence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi masak, menjadi dewasa. Secara umum menggambarkan perkembangan secara  fisik, intelektual, emosi, dan sosial.

Istilah lain untuk remaja adalah masa puberitas. Yang mana berasal dari kata pubes yang berarti rambut kelamin. Yang merupakan tanda kelamin sekunder yang menekankan pada perkembangan seksual. Pemakaian kata puberitas sama dengan remaja tetapi lebih menunjukan remaja dalam perkembangan seksualnya atau pubertas hanya dipakai dalam hubungannya dengan perkembangan bioseksualnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) remaja diartikan “mulai dewasa” atau sudah sampai umur untuk kawin. Ditinjau dari rentang kehidupannya remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa. Hurlock (1991: 206),menyatakan awal masa remaja berlangsung kira-kira dari tiga belas tahun dan akhir masa remaja bermmula pada usia enam belas atau tujuh belas tahun.

B. PERBEDAAN MASA REMAJA DAN MASA YANG LAINNYA

Awal maa remaja biasanya disebut masa belasan. Masa remaja pada usia 18 tahun merupakan masa yang secara hukum dipandang sudah matang. Ciri khusus yang membedakan masa sebelum dan masa sesudah menurut Harlock adalah sebagai berikut:

  • Masa remaja sebagai periode penting

Karena akibatnya langsung terhadap sikap perilaku dan akibat jangka panjang yang disertai dengan cepatnya perkembangan mental yang cepat menimbulkan penyesuaian mental dan membentuk sikap, nilai, dan minat baru.

  • Masa remaja sebagai periode peralihan

Masa remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Sehingga mereka harus meninggalkan segala sesuatu yang bersifat kakanak-kanakan serta mempelajari pola perilaku dan sikap baru untuk mengantikan perilaku dan sikap yang sudah ditinggalkan.

  • Masa remaja sebagai periode perubahan

Secara garis besar terdapat 4 macam perubahan yaitu meningginya emosi,perubahan tubuh,minat dan peran yang diharapkan,berubahnya minat dan pola perilaku serta adanya sikap ambivalen terhadap setiap perubahan.

  • Masa remaja sebagai masa mencari identitas

Pada masa ini mereka mendambakan identitas diri dan tidak puas lagi dengan menjadi sama dengan teman-temanya dallam segala hal.

  • Usia bermasalah

Biasanya setelah remaja masalah yang dihadapi diselesaikan secara mandiri, mereka menolak bantuan dari orang tua maupun guru lagi.

  • Masa remaja yang menimbulkan rasa ketakutan/kesulitan

Pada masa remaja sering timbul pandangan yang kurang baik atau sifat negatif. Sterotip demikian mempengaruhi konsep diri dan remaja terhadap dirinya.

  • Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik

Pada masa ini remaja cenderung memandang dirinya sendiri maupun orang lain sebagaimana yang diinginkan bukan sebagaimana adanya.

  • Masa remaja sebagai ambang masa dewasa

Remaja mulai berperilaku seperti berstatus orang dewasa dari cara berpakaian,merokok,menggunakan obat-obatan,dll.

C. Pada masa remaja mengalami perkembanan fisik dan psikoseksual

Pada masa remaja mengalami pertumbuhan pertumbuhan berat badan dan panjang badan yang berjalan secara paralel dipengaruhi oleh hormon yaitu hormon mammotropik serta hormon gonadotropik yang mempengaruhi peningkatan kegiatan pertumbuhan dan perkembangan ciri-ciri seks primer dan sekunder. Pada laki-laki bertambah berat karena kuatnya urat daging dan wanita pada jaringan pengikat dibawah kulit terutama pada paha, lengan, dan dada.

Perkembangan pada remaja bersamaan dengan kematangan perkembangan fisik juga organ-organ seksual berkembang menjadi masak. Pada masa ini nampak tanda kematangan seksual primer dan sekunder. Tanda pematangan seksual primer adalah pemasakan pada organ tubuh yang langsung berhubungan dengan pertumbuhan dan proses reproduksi. Sedangkan pada tanda pematangan seksual sekunder adalah menunjukkan tanda-tanda yang khas sebagai laki-laki maupun perempuan.

Contoh tanda-tanda  pematangan primer adalah laki-laki terdapat pada penis,testis,skrotum, sedangkan pada perempaun terletak pada rahim dan saluran telur,vagina,bibir kemaluan dan klitoris. Tanda perkembangan sekunder pada laki-laki adalah tumbuhnya rambut kemaluan, bahu melebar, dan timbulnya pergantian suara. Sedangkan perkembangan sekunder pada wanitta adalah tumbuhnya rambut kemaluan yang berupa segitiga berbasis keatas, pinggul melebar, dan mulainya tumbuh payudara.

Dengan nampaknya perkembangan pada kematangan seksual sekunder akan menunjukkan perbedaan penampilan secara khhas antara laki-laki dan perempuan.

D. PERKEMBANGAN EMOSI PADA REMAJA

Pada masa remaja terjadi ketegangan emosi yang bersifat khas, sehingga masa ini disebut masa badai topan. Yang mana menunjukkan bahwa emosi paa remaja adalah tidak menentu. Karena remaja mendapat terkaman sesuatu yang baru yang berbeda dengan apa yang terjadi pada masa kanak-kanak. Kepekaan emosi yang tinggi sering diwujudkan dalam bentuk suka marah, suka menyendiri, nervous, gelisah, cemas, sentimen, menggigit kuku, dan menggaruk-garuk kepala maupun frustasi.

Adapun reaksi remaja terhadap fruustasi antara lain :

  • Agresi, ditunjukkan melalui serangan fisik maupun kata-kata yang ditujukan pada diri sendiri
  • Pengalian emosi marah, emosi marah dialihkan ke objek lain
  • Withdrawl, menarik diri dalam lamunan atau dunia fantasi
  • Kompensasi, mencari objek di bidang lain sebagai pengganti kegagalan suatu bidang
  • Frustasi pendorong, baik usaha yang lebih giat maupun meninjau ulang cita-cita

E. PERKEMBANGAN EMOSI CINTA

Dilihat dari perkembangan emosi cinta remaja, akan dilalui beberapa ttahap yaitu :

v  Crush. Mulai memuja orang lain yang lebih tua dari jenis seks yang sama, cinta bersiifat pemujaan

v  Hero Worshipping. Bersifat pemujaan ditujukan pada orang lain yang lebih tua dari jenis kelamin yang berbeda dan umumnya jarak jauh

v  Boy Crazy & Girl Crazy. Rasa cinta ditujukan pada teman sebaya, tak hanya satu orang namun semua remaja lawan jenisnya

v  Puppy love. Cinta yang sifatnya masih berpindah-piindah (cinta monyet)

v  Romantic Love. Remaja menemukan cinta yang tepat, sifat sudah stabil, sering berakhir pada perkawinan

F. PERKEMBANGAN SOSIAL PADA REMAJA

Dalam kelompok remaja selalu ada nilai-nalai yang dipergunakan sebagai dasar penerimaan dalam suatu kelompok. Nilai-nilai itu didasarkan pada sekumpulan sifat dan pola perilaku yang disenangi remaja dan dapat menambah gensi klik atau kelompok yang diidentifikasikan yang disebut sebagai sindroma penerimaan.

Menurut Hurlock (1991), faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan sosial remaja adalah :

  • Kesan pertama yang menyenagkan sebagai akibat dari penampilan yang menarik perharian, sikap yang tenang dan gembira.
  • Memiliki reputasi sebagai orang yang sportif, dan menyenagkan.
  • Penampilan diri yang sesuai dengan penampilan teman-teman sebaya.
  • Perilaku sosial yang ditandai dengan kerjasama, tanggung jawab, panjang akal, kesenangan bersama orang lain, bijaksana serta berperilaku sopan.
  • Matang, terutama dalam hal pengendalian emosi serta kemauan untuk mengikuti peraturan kelompok.
  • Memiliki sifat kepribadian yang menimbulkan penyesuaian sosial yang baik seperti sifat jujur, setia, tidak mementingkan diri sendiri, dan terbuka.
  • Status sosial ekonomi yang sama atau sedikit diatas anggota lain dalam kelompoknya serta hubungan yang baik dengan anggota-anggota keluarga.
  • Tempat tinggal yang dekat dengan kelompok sehingga mempermudah hubungan dan partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok.

G. BAHAYA DAN MASALAH-MASALAH PADA MASA REMAJA

Seiring dengan perkembangan fisik yang sanagt cepat dapat berakibat pada masa remaja yang tidak dapat beradaptasi secara baik. Menurut Hurlock (1991: 236-237), ada dua bbahaya yaitu a) bahaya-bahaya fisik, yang meliputi kematian bunuh diri maupun percobaan bunuh diri, cacat fisik, kecanggungan dan kekakuan b) bahaya psikologis yaitu terdapat pada kegagalan menjalankan peralian psikologis ke arah pematangan yang merupakan tugas perkembangan masa remaja yang penting.

Adappun bahaya psikologis akibat ketidak mampuan menyesuaikan diri remaja biasanya ditandai dengan tidak bertanggung jawab, tampak dalam berperilaku mengabaikan pelajaran bersifat sangat agresif dan terlalu banyak berkhayal untuk mengimbangi ketidakpuasan yang diperoleh dari kehhidupan sehari-hari.

Selain bahaya yang muncul pada masa remaja, remaja sering melakukan perilaku anti sosial atau yang sering dikenal dengan Juvenile Delinguince yaitu tindakan pelanggaran atau kejahatan yang dilakukan oleh remaja yang menjurus ke arah pelanggaran hukum. Adapun sebab-sebab terjadinya adalah :

Personality individu remaja sendiri

Seperti mempunyai kepribadian yang lemah karena  lingkungan pembentuk psikis yang tidak tepat, seperti yang dinyatakan oleh Conger,1973,Haditono,1999, remaja yang terlalu PD, memberontak, ambivalen terhadap otoritas, mendendam, bermusuhan, curiga, destruktif, implusif, kontrol batin yang kurang. Selain itu remaja tidak suka mentaati norma, dan perilaku awal ditunjukkan dengan suka memmbolos.

Latar belakang keluarga

Seperti orang tua yang bbroken home, situasi yang memaksa, orang tua bekerja seharian, orang tua yang over protective, orang tua yang sangat memanjakan, status ekonomi orang tua yang rendah, duplikat orang tua yang berperilaku tidak baik,dll.

Latar belakang masyarakat

Antara lain pengaruh peer group, media  masa, kekangan sekolah, dan lingkungan sosial yang tidak menentu.

Pada dasarnya masa remaja adalah masa yang tidak menentu. Karena mereka merasa “sok” yang mana mereka sudah merasa lepas dari masa kanak-kanak sehingga mereka sering sekali melakukan perbuatan-perbuatan yang sebenarnya tidak pantas mereka lakukan.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah masa kanak-kanak sangat berpengaruh pada masa remaja, dengan artian apakah mereka berbeda antara masa kanak-kanak yang terdidik dalam segala hal dengan kanak-kanak yang tak terdidik sama sekali. Apakah mereka akan mengalami suatu proses perombakan emosi serta ketakstabilan ego dan emosi? Apakah mereka akan bereaksi  sama akibat emosinya yang masih labil?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s