M A T A

Posted: August 28, 2015 in fisika


A.      BAGIAN – BAGIAN MATA

Dua bagian penting yang berperan dalam aksi pemfokusan mata, adalah kornea dan lensa kristalin. Kornea adalah lapisan luar pelindung mata yang fungsi utamanya adalah membiaskan (membelokkan) cahaya yang memasuki mata. Sedangkan lensa kristalin berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan cairan didepan lensa.

Cahaya memasuki mata melalui suatu bukaan yang disebut dengan pupil. Pupil adalah lingkaran hitam dipusat mata. Warnanya hitam karena tidak ada cahaya yang dipantulkan dari pupil. Daerah bewarna disekitar pupil disebut dengan iris. Yang berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang memasuki pupil. Dalam ruangan yang gelap pupil membuka lebar untuk mengijinkan banyak cahaya memasuki mata. Dalam ruangan yang terang, pupil mengecil untuk mengijinkan hanya sedikit cahaya yang memasuki mata.

Cahaya yang memasuki mata dibiaskan dan difokuskan oleh lensa kristalin (lensa mata), pada permukaan belakang mata yang disebut retina. Bayangan yang dibentuk pada retina adalah nyata, terbalik dan diperkecil. Ketebalan lensa mata dapat diubah oleh kontraksi dan mengendornya otot siliar yang menahan lensa. Ketebalan ini dapat berubah agar lensa dapat memfokuskan benda-benda pada jarak yang berbeda. Untuk melihat benda-benda yang jauh otot siliar mengendor yang menyebabkan lensa lebih pipih. Untuk melihat benda-benda yang dekat otot siliar kontraksi (menegang) menjadikan lensa menjadi lebih cembung.

Kemampuan aksi gabungan lensa mata dan otot- otot siliar untuk mengubah bentuk lensa menjadi lenih pipih atau cembung dengan tujuan untuk memfokuskan benda-benda jauh dan dekat disebut daya akomodasi.

B.      TITIK DEKAT DAN TITIK JAUH MATA

Daya akomodasi yang dikendalikan oleh otot siliar, memiliki kemampuan yang terbatas. Ketika lensa mata berada pada kondisi cembung minimum (paling pipih) dikatakan mata tidak berakomodasi, dan ketika lensa mata bereda pada cembung maksimum dikatakan mata dalam keadaan berakomodasi maksimum. Sehingga mata memiliki jangkauan penglihatan yang terbatas. Yaitu diantara titik dekat mata (punctum proximum) dan titik jauh mata (punctum remontum).

Titik dekat mata adalah titik terdekat yang dapat dilihat dengan jelas oleh mata (mata berakomodasi maksimum). Titik jauh mata adalah titik terjauh yang dapat dilihat dengan jelas oleh mata (tanpa berakomodasi).

Titik dekat untuk mata normal (emetropi) adalah 25 cm.

Titik jauh untuk mata normal adalah tak berhimgga.

C.      RABUN JAUH

Rabun jauh atau miopi adalah cacat mata yang mana seseorang memiliki titik dekat lebih kecil dari 25 cm tetapi titik jauhnya berada pada titik tertentu. Karena itu mata rabun jauh tidak dapat melihat benda – benda yang jauh dengan jelas tetapi tidsak memiliki masalah dengan melihat benda-benda dekat. Untuk itu sebuah lensa cekung digunakan untuk mengatasi rabun jauh.

D.      RABUN DEKAT

Rabun dekat atau dikenal dengan hipermetropi merupakan keadaan gangguan kekuatan pembiasan mata, yang mana pada keadaan ini sinar sejajar jauh tidak cukup dibiaskan sehingga titik fokusnya terletak di belakang retina. Hipermetrop terjadi apabila berkas sinar sejajar difokuskan di belakang retina. Mata dengan hipermetrop sering akan memperlihatkan ambliopia akibat mata tanpa akomodasi tidak pernah melihat obyek dengan baik dan jelas. Bila terdapat perbedaan kekuatan hipermetrop antara kedua mata, maka akan terjadi ambliopia pada salah satu mata. Mata ambliopia sering menggulir ke arah temporal. Untuk itu penderita hipermetropi di bantu dengan lensa cembung.

E.       MATA TUA

Mata tua adalah cacat mata akibat berkurangnya daya akomodasi pada usia lanjut. Titik dekat presbiopi lebih dekat dari titik baca normal. Dan titik jauhnya berada pada titik tertentu. Oleh karena itu presbiopi tidak dapat membaca pada jarak normal dan juga tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas. Presbiopi dibantu dengan kaca mata rangkap (bifocal).

F.       ASTIGMATISMA

Jika kelengkungan kornea berfariasi dalam arah jarak yang berbeda sinar-sinar dalam bidang berbeda yang datang dari suatu benda difokuskan pada kedudukan berbeda oleh mata dan bayangan manjadi rusak ( bengkok ). Cacat mata astigmatisma dibantu dengan lensa mata silinder

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s